ads

Pergi ke Dukun Datangkan Laknat Allah



SEKARANG memang sudah bukan jamannya orang sakit pergi minta disuwuk (dijampi-jampi) oleh orang pintar alias dukun. Tapi, bukan berarti praktik perdukunan sudah expired. Justru eksistensi mereka makin meroket. Memang simbol lama dengan baju gombreng celana kolor serba hitam dengan kumis tebal yang menyeramkan serta blangkon di kepala sudah tidak melekat pada dukun era sekarang.


Keris yang kerap menjadi simbol kegagahan palsu para dukun juga sudah menjadi sesuatu yang langka. Para dukun sekarang sudah banyak berganti nama. Tapi mau diganti dengan apapun namanya sekali dukun tetaplah dukun.


Dan para followernya yang sedikit-sedikit ngadunya ke mbah dukun pujaan, semoga segera diberi secercah kedamaian dalam diri. Sehingga dalam hati yang damai terbukalah kesadaran dalam jiwa. Bahwa meminta bantuan pada seorang dukun tidaklah menebar manfaat melainkan Allah SWT akan melaknat.


Para follower mistis juga jangan jadi manusia yang super ngaleman alias manja tingkat monas. Ada teman beli baju branded lapor ke mbah dukun, ada temen yang genius dilaporin ke mbah dukun, temen di jalan gak nyapa (karena gak lihat) dilaporin juga ke mbah dukun. Ujung-ujungnya minta ke mbah dukun supaya tebar santet ke mereka yang gak tahu apa-apa.


Memang kita bisa mati kutu dengan pola pikir manusia yang hobbinya ke dukun. Dukun itu tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa campur tangan jin. Jin itu pencuri berita. Orang yang suka pergi ke dukun berarti berkawan dengan setan.


Apalagi melulu pergi ke dukun (hanya) agar kawannya celaka, sengsara atau merasakan sakit yang ketika di bawa ke tenaga medis tidak pernah diketemukan penyakitnya. Pemicunya cukup klis, “saya iri”, ” saya cemburu” sehingga mendorong seseorang melakukan upacara mistis untuk menghancurkan kawannya. Naudzubillah.









Saudaraku, semoga kita dijauhkan dari segala sesuatu yang menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT, merusak iman serta akidah kita.


Saat seseorang mendatangi dukun (pemelihara jin) maka Allah SWT tidak akan menerima ibadahnya selama 40 hari. Ibadah kita selama 40 hari ke depan hanya sia-sia. Jika pada saat kita belum sempat taubat sedangkan malaikat maut lebih dulu mencabut nyawa kita maka apa yang terjadi? Status meninggal kita dalam kesyirikan. Sedang Allah SWT tidak mengampuni dosa umatnya yang berbuat syirik. Maka tinggal kita menunggu kebinasaan. Naudzubillah.


sumber : islampos.com

Subscribe to receive free email updates: